Israel Serang Qatar, Targetkan Pemimpin Hamas di Doha

Doha, 9 September 2025 – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara di Doha, Qatar, pada Selasa (9/9). Serangan tersebut menyasar sejumlah pemimpin senior Hamas yang selama ini bermarkas di negara Teluk tersebut.

Menurut laporan Reuters dan AP News, ledakan keras terdengar di kawasan Legtifya, Doha, dekat pemukiman yang dijaga ketat oleh aparat keamanan Qatar. Kepulan asap hitam membubung ke udara, sementara warga setempat panik akibat hantaman serangan yang terjadi di tengah padatnya aktivitas kota.

Sasaran Serangan: Tokoh Penting Hamas

Militer Israel menyatakan operasi ini menargetkan beberapa tokoh penting Hamas, termasuk Khalil al-Hayya, negosiator utama Hamas dan mantan pemimpin Gaza, serta Zaher Jabarin, yang disebut mengendalikan operasi Hamas di Tepi Barat. Israel menuduh kedua tokoh ini memainkan peran kunci dalam melanjutkan perlawanan bersenjata dan menggagalkan upaya perdamaian.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku bertanggung jawab penuh atas operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa serangan dilakukan sebagai bagian dari strategi Israel untuk “menghantam Hamas di mana pun mereka berada” dan menyebut operasi ini dilaksanakan secara independen oleh Israel. Meski demikian, sejumlah laporan menyebut Amerika Serikat sempat mendapat pemberitahuan sebelumnya, meski tingkat koordinasinya belum jelas.

Reaksi Qatar dan Dunia Internasional

Pemerintah Qatar segera mengeluarkan kecaman keras, menyebut serangan Israel sebagai tindakan pengecut dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta kedaulatan negara. Qatar memperingatkan bahwa aksi ini berpotensi menghancurkan perannya sebagai mediator dalam negosiasi gencatan senjata Gaza yang sedang berlangsung.

Kecaman juga datang dari Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, yang menyebut serangan Israel ke Qatar sebagai ancaman serius terhadap stabilitas kawasan. Ia menyerukan agar semua pihak menahan diri dan segera mengedepankan upaya diplomasi demi tercapainya gencatan senjata permanen.

Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, turut mengecam serangan Israel tersebut. Mereka menilai tindakan itu berisiko memperlebar konflik dan mengancam perdamaian regional, bahkan berpotensi mengguncang kesepakatan normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab.

Dampak terhadap Proses Perdamaian

Serangan ke Qatar dinilai dapat menjadi pukulan berat terhadap proses diplomasi di Timur Tengah. Selama ini, Doha memainkan peran kunci sebagai mediator antara Hamas dan Israel, termasuk dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Dengan terjadinya serangan ini, posisi Qatar sebagai penengah dipertanyakan, sementara eskalasi konflik berpotensi meluas ke tingkat regional.

Ringkasan Fakta:

  • Tanggal: 9 September 2025
  • Lokasi: Legtifya, Doha, Qatar
  • Pelaku: Israel (IDF & ISA), diklaim langsung oleh PM Netanyahu
  • Sasaran: Tokoh Hamas – Khalil al-Hayya & Zaher Jabarin
  • Respons Qatar: Kecaman keras, sebut pelanggaran kedaulatan
  • Reaksi Internasional: PBB & negara Teluk kutuk serangan, khawatirkan eskalasi konflik

Sumber: Reuters, AP News, UN statement via Reuters.

administrator

RECENT POSTS

CATEGORIES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?