Pohon Andalas (Andaleh) – Flora Maskot Sumatera Barat.
Pohon Andalas atau andaleh (Morus macroura), juga dikenal sebagai murbei raja putih, murbei shahtoot, murbei Tibet, atau murbei panjang adalah spesies tumbuhan pohon berbunga dalam termasuk dalam genus Morus, yang dapat ditemukan di Tibet, Himalaya, daerah pegunungan di Indonesia, dan hutan hujan dari Indocina. Pohon Andalas merupakan flora identitas dari Provinsi Sumatera Barat di dampingi oleh Kuau Raja untuk faunanya. Pohon yang masih berkerabat dekat dengan pohon Murbei ini dikenal dengan nama ilmiah Morus macroura loh sob. Nama daerah pohon Andalas yaitu Kertay, Hole Tanduk dan Andaleh. Pohon andalas memiliki kayu yang kuat, tahan dari serangan serangga dan rayap. Warna kulit kayunya juga tidak gampang pudar akibat panas serta tidak mudah lapuk karena hujan. Oleh sebab itu, masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, dulunya sering menggunakan pohon ini untuk membuat rumah. Selain itu, pohon andalas juga sering dimanfaatkan untuk membuat perabot rumah tangga, seperti alat penumbuk beras.
Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 48 tahun 1989 tentang Pedoman Penetapan Identitas Flora dan Fauna Daerah, disebutkan bahwa kuau raja dan pohon andalas (Morus macroura) ditetapkan masing-masing sebagai maskot fauna dan flora identitas Provinsi Sumatra Barat. Ditetapkannya pohon ini sebagai flora identitas Sumatera Barat tidak terlepas dari pemanfaatan kayu Andalas yang digunakan sebagai bahan bangunan rumah adat di daerah Minangkabau. Sayangnya , pohon ini sudah mulai langka dan sulit ditemukan. Bahkan untuk memperolehnya memerlukan perjalanan berhari-hari menuju hutan. Selain digunakan untuk bahan bangunan, kulit kayunya pun digunakan dalam industri kertas, seringkali dibuat ramuan untuk mengobati luka tersayat.
Pohon Andalas masih berkerabat dekat dengan pohon Murbei (_Morus alba_). Tingginya sekitar 25-60 m dengan diameter batang mencapai 1 meter. Bentuk daun mirip daun murbai (_Morus alba_), seperti jantung namun permukaan daunnya sedikit kasar karena berbulu. Bagian tepi daunnya bergerigi. Tangkai daun maupun cabang Andalas juga berbulu, bulu-bulu tersebut bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit yang peka, Kulit pada batang pohon ini berwarna cokelat keabuan.
Buah Andalas pun mirip dengan buah murbai. Buahnya berbentuk majemuk, menggerombol berwarna hijau jika masih muda dan menjadi ungu kemerahan bila telah masak. Buahnya berair dan dapat dimakan dengan rasa asam-asam manis. Perbanyakan pohon ini bisa dengan cara stek. Bentuknya bergerombol kecil-kecil. Buahnya berwarna hijau sewaktu muda dan berwarna ungu kemerahan jika sudah matang. Bagian dalam buah andalas berair dan dapat dimakan. Rasa buahnya asam dan manis. Karena terkenal memiliki batang yang kuat, tahan serangga, dan tidak mudah lekang oleh panas maupun lapuk oleh hujan, kayu Andalas sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan untuk rumah baik sebagai tiang, balok landasan rumah, papan dinding, maupun lantai.
Selain itu, daun, akar, dan batang pohon Andalas memiliki khasiat sebagai obat antara lain berpotensi sebagai penghasil antioksidan baru dan anti HIV. Kemudian juga bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional seperti batuk, asma, hipertensi, influenza, kudis, dan rematik.
Hampir Punah
Pohon andalas digunakan secara berlebihan oleh masyarakat tanpa mau menanamnya kembali. Akibatnya, sekarang pohon ini mulai langka dan sulit ditemukan.
Tumbuh di Negara Lain
Selain ada di Sumatera Barat, pohon ini ada juga di pulau Jawa. Pohon andalas juga tumbuh di negara lain, seperti India, Butan, Kamboja, Cina, Myanmar, Nepal, Pakistan, Thailand, dan Vietnam.
Pelestarian Pohon Andalas
Tahun 2007pernah ditanam 44.000 bibit pohon di daerah Tanah Datar, tepatnya di daerah singgalang kec. x koto kab tanah datar pernah dilakukan pembibitan dan penanaman pohon andalas ini (Temi Suhendra). KCA-LH Rafflesia fmipa unand juga pernah menanam pohon andalas dalan rangka memperingati hari bumi di fmipa thn 2021, baru-baru ini Universitas Andalas juga turut berpartisipasi melestarikan pohon Andalas , salah satunya dengan penanaman 68 bibit pohon Andalas dalam rangka Dies Natalis ke-68 pada September 2024 di lingkungan UNAND (@unandofficial),

















