Minggu, Juli 12, 2026
ADVERTISEMENT

QRIS Mendunia, Tapi Benarkah Murni Buatan Indonesia?

Dari Indonesia untuk Dunia, QRIS Kini Bisa Dipakai di 6 Negara

QRIS Mendunia, Tapi Benarkah Murni Buatan Indonesia?

Dalam beberapa tahun terakhir, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi salah satu inovasi digital yang paling sering dibanggakan di Indonesia. Tidak hanya digunakan oleh jutaan pelaku usaha dari warung kecil hingga pusat perbelanjaan modern, QRIS kini juga telah terhubung dengan sejumlah negara di Asia melalui skema pembayaran lintas batas atau cross-border payment.

Perkembangan terbaru bahkan memungkinkan wisatawan Indonesia melakukan pembayaran menggunakan QRIS di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok. Hal ini membuat banyak orang bertanya: apakah QRIS benar-benar murni buatan Indonesia?

QR Code Bukan Diciptakan Indonesia

Sebelum membahas QRIS, penting untuk memahami bahwa teknologi QR Code dan QRIS adalah dua hal yang berbeda.

QR Code pertama kali dikembangkan pada tahun 1994 oleh perusahaan Jepang, Denso Wave. Teknologi ini awalnya digunakan untuk kebutuhan pelacakan komponen industri otomotif sebelum berkembang menjadi standar kode dua dimensi yang digunakan di berbagai sektor di seluruh dunia.

Artinya, Indonesia bukan pencipta teknologi QR Code yang menjadi dasar sistem pembayaran digital saat ini.

Lalu Apa yang Dibuat Indonesia?

Yang dikembangkan Indonesia adalah QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard.

Sebelum QRIS diluncurkan, setiap penyedia layanan pembayaran digital memiliki kode QR sendiri. Akibatnya, pedagang harus menyediakan banyak kode QR berbeda untuk melayani berbagai aplikasi pembayaran.

Melihat kondisi tersebut, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengembangkan satu standar nasional yang dapat digunakan oleh seluruh bank dan dompet digital. Standar inilah yang kemudian dikenal sebagai QRIS dan resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019.

Dengan QRIS, satu kode QR dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi yang berbeda. Sistem ini membuat transaksi menjadi lebih sederhana, efisien, dan inklusif bagi pelaku usaha maupun konsumen.

Dari Standar Nasional Menjadi Sistem Antarnegara

Keunggulan QRIS tidak hanya terletak pada kemampuannya menyatukan berbagai penyedia layanan pembayaran dalam negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Indonesia juga mengembangkan konektivitas pembayaran lintas batas dengan sejumlah negara.

Melalui kerja sama antarbank sentral dan otoritas pembayaran, QRIS kini telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Pencapaian terbaru terjadi pada 30 April 2026 ketika Bank Indonesia dan People’s Bank of China (PBOC) meluncurkan implementasi pembayaran QR lintas batas Indonesia–Tiongkok. Kerja sama tersebut didukung skema Local Currency Transaction (LCT) yang memungkinkan transaksi menggunakan mata uang lokal sehingga lebih efisien dan mengurangi biaya konversi.

Bagi wisatawan dan pelaku usaha, sistem ini memberikan kemudahan karena pembayaran dapat dilakukan hanya dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi yang sudah digunakan sehari-hari.

Apakah QRIS Layak Disebut Karya Anak Bangsa?

Jawabannya adalah ya.

Meski Indonesia bukan pencipta teknologi QR Code, QRIS merupakan standar pembayaran nasional yang dirancang dan dikembangkan oleh Indonesia untuk menjawab kebutuhan ekosistem pembayaran digital dalam negeri.

Bahkan, keberhasilan QRIS tidak hanya terlihat dari jumlah penggunaannya yang terus meningkat, tetapi juga dari kemampuannya menembus kerja sama pembayaran lintas negara. Tidak banyak negara yang berhasil mengembangkan standar pembayaran domestik hingga dapat digunakan dalam jaringan internasional seperti yang dilakukan QRIS.

Karena itu, klaim yang paling tepat bukanlah “Indonesia menciptakan QR Code”, melainkan “Indonesia menciptakan QRIS, sebuah standar pembayaran nasional yang kini terhubung dengan berbagai negara.”

Kesimpulan

QRIS bukanlah teknologi QR Code yang ditemukan Indonesia. Teknologi QR Code berasal dari Jepang dan telah digunakan secara global selama puluhan tahun.

Namun, Indonesia berhasil menciptakan QRIS sebagai standar pembayaran nasional yang menyatukan berbagai layanan pembayaran digital dalam satu sistem. Lebih dari itu, QRIS kini telah berkembang menjadi salah satu instrumen pembayaran lintas negara yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara di Asia.

Dari satu kode QR, Indonesia menunjukkan bahwa inovasi lokal dapat berkembang menjadi solusi yang diakui di tingkat internasional. Bukan pencipta QR Code, tetapi Indonesia berhasil menciptakan sistem yang membuat pembayaran digital semakin mudah, cepat, dan terhubung dengan dunia.

administrator

RECENT POSTS

CATEGORIES

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?