JAKARTA – Media sosial kembali diramaikan oleh narasi yang mengklaim bahwa serial animasi populer Upin & Ipin sebenarnya diciptakan oleh orang Indonesia dan kemudian diambil alih oleh Malaysia. Klaim tersebut menyebar luas melalui video pendek di TikTok, YouTube, dan berbagai platform lainnya, memicu perdebatan di kalangan warganet Indonesia dan Malaysia.
Namun, berdasarkan sejumlah sumber yang dapat diverifikasi, klaim tersebut tidak didukung oleh bukti yang valid.
Upin & Ipin Memang Berasal dari Malaysia
Serial Upin & Ipin merupakan karya asli studio animasi Malaysia, Les’ Copaque Production, yang berbasis di Shah Alam, Selangor. Studio tersebut didirikan pada tahun 2005 oleh Burhanuddin Md Radzi bersama istrinya, Ainon Ariff.
Menurut catatan sejarah produksi, karakter Upin dan Ipin pertama kali dikembangkan sebagai bagian dari proyek film animasi Geng: The Adventure Begins sebelum kemudian dibuat menjadi serial televisi tersendiri. Serial tersebut mulai tayang pada 14 September 2007 sebagai program khusus Ramadan dan Idulfitri di Malaysia.
Pencipta Upin & Ipin Sudah Jelas
Berbagai sumber resmi dan dokumentasi industri animasi Malaysia menyebutkan bahwa ide, konsep, serta pengembangan karakter Upin dan Ipin berasal dari Burhanuddin Md Radzi dan Ainon Ariff. Bahkan, Burhanuddin beberapa kali menjelaskan bahwa inspirasi serial tersebut berasal dari pengalaman masa kecilnya yang tumbuh di lingkungan kampung di Malaysia.
Tidak ditemukan bukti kredibel yang menunjukkan bahwa karakter tersebut diciptakan oleh animator Indonesia atau pernah memiliki nama awal “Arifin” sebagaimana yang diklaim dalam video viral. Hingga saat ini, tidak ada dokumen hak cipta, pernyataan resmi, maupun catatan produksi yang mendukung narasi tersebut.
Mengapa Banyak yang Mengira Upin & Ipin Berkaitan dengan Indonesia?
Salah satu alasan munculnya persepsi tersebut adalah karena serial Upin & Ipin memang memiliki hubungan yang erat dengan penonton Indonesia.
Dalam serial tersebut terdapat karakter Susanti, seorang anak perempuan asal Jakarta yang pindah ke Kampung Durian Runtuh dan menjadi teman dekat Upin serta Ipin. Kehadiran Susanti membuat unsur budaya Indonesia cukup sering muncul dalam cerita.
Selain itu, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi Upin & Ipin. Serial tersebut telah ditayangkan selama bertahun-tahun di televisi nasional Indonesia dan memiliki basis penggemar yang sangat besar.
Klarifikasi atas Narasi Viral
Dalam pemberitaan yang beredar di Malaysia pada Mei 2026, pendiri Les’ Copaque disebut telah menegaskan bahwa klaim yang menyatakan Upin & Ipin berasal dari Indonesia adalah informasi yang tidak benar. Komunitas dan media Malaysia juga menyoroti bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar faktual yang dapat dibuktikan.
Kesimpulan
Berdasarkan fakta yang tersedia:
1. Upin & Ipin adalah serial animasi yang dibuat dan diproduksi di Malaysia
2. Penciptanya adalah Burhanuddin Md Radzi dan Ainon Ariff melalui Les’ Copaque Production.
3. Tidak ada bukti kredibel yang menunjukkan bahwa karakter Upin dan Ipin berasal dari Indonesia atau diciptakan oleh animator Indonesia.
4. Kehadiran karakter Susanti dan besarnya popularitas serial tersebut di Indonesia kemungkinan menjadi salah satu faktor munculnya kesalahpahaman di media sosial.
Di tengah maraknya informasi viral, masyarakat disarankan untuk memeriksa sumber resmi dan data yang dapat diverifikasi sebelum mempercayai atau membagikan suatu klaim.
