Kolaborasi Kemanusiaan bersama Nurhayati Subakat Sewa Dua Pesawat, 30 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra

Upaya kolaboratif lintas elemen masyarakat terus dilakukan untuk membantu para penyintas banjir, banjir bandang, dan longsor di Sumatra. Kitabisa dan Salam Setara, bekerja sama dengan ParagonCorp serta Baitul Maal Merapi Merbabu (BM3), memberangkatkan dua pesawat kargo yang membawa total 30 ton bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

Pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari Armada Kemanusiaan Peduli Bencana Sumatra dan menjadi hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari lembaga kemanusiaan, korporasi, komunitas, akademisi, hingga figur publik. Bantuan yang diterbangkan berasal dari gabungan 30 galang dana para influencer, komunitas, dan public figure melalui platform Kitabisa. Sejumlah galang dana lainnya, termasuk dari Ferry Irwandi, direncanakan akan masuk pada tahap distribusi berikutnya.

Selain itu, bantuan juga terhimpun melalui kolaborasi dengan Ustadz Salim Fillah serta berbagai organisasi kemanusiaan. Dalam pelepasan bantuan, Ustadz Salim Fillah menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi bencana berskala besar.

“Bencana ini terlalu berat jika ditangani sendiri. Kita perlu bersama-sama mengatasinya. Semua pihak memiliki peran kunci,” ujarnya.

Dua pesawat tersebut diberangkatkan ke lokasi yang berbeda. Pesawat pertama menuju Aceh dengan membawa makanan siap saji, genset, perangkat Starlink, paket filter air, perlengkapan sanitasi, serta bantuan logistik lainnya. Distribusi bantuan ini dikoordinasikan oleh BM3 dan akan disalurkan ke wilayah Takengon, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.

Sementara itu, pesawat kedua menuju Medan dengan muatan makanan siap saji, 500 paket container box berkapasitas 30 liter, bubur bayi, paket filter air, serta produk-produk ParagonCorp untuk kebutuhan sanitasi. Bantuan dari pesawat ini akan disalurkan ke wilayah Langkat, Tapanuli, dan Aceh Tamiang.

ParagonCorp turut mendukung upaya ini dengan menyumbang charter pesawat kargo untuk mengangkut bantuan dari Jakarta ke wilayah bencana. Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menyampaikan bahwa dukungan tersebut diberikan sebagai respons atas kebutuhan mendesak akan sarana transportasi logistik ke daerah terdampak.

“Kami terus berkomunikasi dengan para mitra, termasuk Kitabisa, dan mendapatkan informasi bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah transportasi untuk membawa bantuan. Harapan kami, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini,” ujar Astri Wahyuni di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Executive Director Salam Setara, Ahmad Mujahid, yang mewakili ekosistem Kitabisa, berharap bantuan yang dikirimkan dapat segera diterima oleh keluarga-keluarga yang membutuhkan di Sumatra.

Acara pelepasan dua pesawat bantuan tersebut juga dihadiri sejumlah public figure penggerak galang dana serta berbagai mitra kemanusiaan, di antaranya Rumah Zakat, IA ITB, dan komunitas PAPMM–IPB (Persatuan Alumni Pelajar Mahasiswa Minang dan IPB). Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga fase pemulihan pascabencana.

Memasuki pekan kedua pascabencana, dampak banjir, banjir bandang, dan longsor masih dirasakan para penyintas di berbagai wilayah Sumatra. Bantuan telah mulai didistribusikan sejak 12 hari setelah kejadian dan akan terus dikirimkan secara bertahap seiring masih berlangsungnya galang dana dari berbagai kalangan yang disalurkan melalui Kitabisa.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 11 Desember 2025, bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah berdampak pada 52 kabupaten. Tercatat sekitar 157 ribu rumah rusak, lebih dari 2.000 fasilitas umum terdampak, 990 orang meninggal dunia, 225 orang dinyatakan hilang, serta lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka.

administrator

RECENT POSTS

CATEGORIES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?