Dua isu besar tengah menjadi perhatian pelaku ekonomi di Sumatera, yakni anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan dampak pemadaman listrik skala besar terhadap aktivitas industri.
Harga TBS Sawit Turun hingga 40,3 Persen
Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mengungkapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit mengalami penurunan signifikan hingga 40,3 persen setelah munculnya rencana tata kelola ekspor sawit nasional melalui perusahaan ekspor milik negara.
Menurut POPSI, pengumuman tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani sawit swadaya maupun pelaku usaha sawit daerah. Mereka menilai masih terdapat ketidakpastian terkait mekanisme ekspor sawit nasional ke depan apabila kebijakan ekspor satu pintu benar-benar diterapkan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi daya tawar petani, harga jual TBS di tingkat kebun, hingga stabilitas pendapatan jutaan keluarga yang bergantung pada sektor perkebunan sawit, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Blackout Sumatera Berdampak pada Dunia Industri
Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan pemadaman listrik skala luas yang terjadi di Sumatera pada 22 Mei 2026 memberikan dampak cukup signifikan terhadap operasional industri.
Peristiwa blackout tersebut terjadi akibat cuaca buruk yang mengganggu jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 MW Muara Bungo–Sungai Rumbai di Provinsi Jambi.
Gangguan tersebut menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sumatera dan berdampak pada sekitar 13,1 juta pelanggan. Sejumlah sektor industri dilaporkan mengalami gangguan produksi, keterlambatan operasional, hingga potensi kerugian akibat terhentinya aktivitas selama pemadaman berlangsung.
Kadin menilai keandalan infrastruktur kelistrikan menjadi faktor penting untuk menjaga iklim investasi dan kelancaran aktivitas ekonomi di Sumatera yang merupakan salah satu pusat industri, perkebunan, dan perdagangan nasional.
Jadi Sorotan Ekonomi Sumatera
Turunnya harga sawit dan terganggunya pasokan listrik menjadi dua tantangan yang saat ini mendapat perhatian besar dari pelaku usaha maupun masyarakat di Sumatera. Kedua isu tersebut dinilai berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi daerah apabila tidak segera mendapatkan kepastian kebijakan dan solusi jangka panjang.
Sumber: POPSI, Kadin Indonesia.













