Isu keluarnya investor asing dari Indonesia belakangan menjadi sorotan publik. Tidak sedikit yang mengaitkan fenomena tersebut dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.
Namun, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, investor global tidak hanya melihat satu program pemerintah ketika memutuskan untuk menanamkan modal di suatu negara.
Investor justru lebih memperhatikan faktor-faktor mendasar yang menentukan keamanan dan keberlanjutan investasi mereka dalam jangka panjang.
Investor Mencari Kepastian
Dalam dunia investasi, kepastian menjadi salah satu faktor paling penting. Sebelum menggelontorkan dana hingga miliaran bahkan triliunan rupiah, investor akan mempertimbangkan berbagai aspek yang memengaruhi iklim usaha.
Beberapa faktor yang menjadi perhatian utama investor antara lain kepastian hukum, konsistensi regulasi, kemudahan berusaha, stabilitas ekonomi, serta kepastian investasi jangka panjang.
Bagi investor, perubahan kebijakan yang terlalu sering atau aturan yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko bisnis. Akibatnya, mereka akan lebih berhati-hati dalam menempatkan modalnya.
Keluhan Investor Bukan Hal Baru
Sejumlah pelaku usaha dan investor asing selama beberapa tahun terakhir juga menyampaikan berbagai keluhan terkait iklim investasi di Indonesia.
Keluhan tersebut mencakup perubahan aturan yang dinilai terlalu cepat, regulasi yang kompleks, biaya usaha yang meningkat, hingga ketidakpastian arah kebijakan di masa depan.
Meski Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi terbesar di kawasan Asia Tenggara, tantangan tersebut dinilai dapat memengaruhi persepsi investor terhadap daya saing Indonesia dibanding negara lain.
Mengapa Investasi Asing Penting?
Investasi asing memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Masuknya modal asing tidak hanya menambah sumber pembiayaan pembangunan, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan transfer teknologi, memperkuat sektor industri, dan menambah devisa negara.
Ketika investasi meningkat, aktivitas ekonomi akan bergerak lebih cepat. Industri berkembang, proyek infrastruktur berjalan, dan kesempatan kerja bagi masyarakat menjadi lebih luas.
Karena itu, menjaga kepercayaan investor menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Stabilitas Adalah Segalanya
Pernyataan Purbaya memberikan gambaran bahwa investor tidak semata-mata menilai satu kebijakan atau program pemerintah. Mereka melihat keseluruhan kondisi yang membentuk iklim investasi suatu negara.
Kepastian hukum, stabilitas regulasi, birokrasi yang efisien, dan kemudahan berusaha menjadi faktor yang sering kali lebih menentukan dibanding insentif jangka pendek.
Dengan kata lain, jika Indonesia ingin terus menarik investasi dari dalam maupun luar negeri, maka membangun kepercayaan melalui kebijakan yang konsisten dan iklim usaha yang kondusif menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting.
Sebab bagi investor, stabilitas bukan sekadar nilai tambah, melainkan fondasi utama dalam mengambil keputusan investasi.













