Cuaca Sumatera

Diperbarui 13.52 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
25°
☀️ Cerah
Padang
26°
🌤 Berawan sebagian
Pekanbaru
31°
☀️ Cerah
Palembang
28°
☀️ Cerah
Banda Aceh
28°
⛅ Berawan
Batam
28°
☀️ Cerah
Bandar Lampung
26°
🌤 Cerah berawan
infoandalasSumatraBerita
Sumatra

Banjir 1,5 Meter Kepung Kota Padang: Model Cuaca ICON Ungkap Inti Hujan Ekstrem Picu Luapan Sungai

PADANG — Bencana banjir parah melanda sebagian besar wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026. Hujan dengan intensitas sangat lebat yang mengguyur sejak pagi hari memicu lonjakan debit air sungai secara drastis, merendam permukiman warga hingga ketinggian 1,5 meter, serta menghanyutkan material kayu gelondongan ke area perumahan.

Validasi Model Cuaca ICON: Inti Hujan Ekstrem Tepat di Padang

Berdasarkan analisis citra pemantauan Zoom Earth menggunakan model prediksi cuaca global ICON, bencana hidrometeorologi ini merupakan akumulasi dari sistem konvektif skala besar yang terbentuk dari suplai uap air masif di perairan Samudra Hindia.

Tepat pada pukul 14:00 WIB tanggal 3 Agustus 2026, peta presipitasi merekam zona inti curah hujan dengan intensitas sangat lebat (ditandai warna kuning pekat hingga merah) yang menghantam langsung wilayah Kota Padang dan koridor pegunungan Bukit Barisan. Kondisi atmosfer yang sangat basah ini memicu volume air hujan ekstrem dalam durasi singkat, melampaui kapasitas normal sistem drainase perkotaan.

Dampak Parah di Sejumlah Titik Wilayah

Luapan air sungai yang masif menimbulkan dampak signifikan di berbagai titik rawan:

  • Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok (Kecamatan Kuranji): Kawasan ini menjadi salah satu titik terparah dengan ketinggian genangan air mencapai 1,5 meter atau setinggi orang dewasa. Sejumlah warga sempat terjebak di dalam rumah, sementara satu unit kendaraan roda empat jenis minibus tampak terendam nyaris setengah bagian.
  • Sungai Batang Kuranji dan Batang Guo: Arus sungai yang meluap deras tidak hanya merendam badan jalan, tetapi juga menghanyutkan material kayu berukuran besar hingga terbawa sampai ke kawasan permukiman di Siteba. Terjangan sampah kayu dan arus kuat ini turut mengancam infrastruktur vital, termasuk struktur Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di Lapau Munggu, Kampung Guo.
  • Taluk Sikumbang (Kelurahan Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah): Air bah dilaporkan merangsek masuk ke dalam rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi dari mata kaki hingga lutut, memaksa warga bergegas mengamankan barang-barang berharga.

Evakuasi Darurat dan Imbauan Kewaspadaan

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama unsur SAR gabungan, kepolisian, dan relawan langsung dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih bersiaga di lapangan guna mengantisipasi potensi banjir susulan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan lereng rawan, untuk terus meningkatkan kewaspadaan menyusul dinamika cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah pesisir barat Sumatra.

Berita Selanjutnya Tujuh lokasi terdampak banjir Padang 3 Agustus 2026

Berita Terkait