(lauak Sambam)
Ujung Labung, Padang Pariaman — KabupatenPadang Pariaman tidak hanya dikenal karena keindahanalam dan kekayaan budayanya, tetapi juga memilikiberagam kuliner tradisional yang menjadi bagian dariidentitas masyarakat. Salah satunya adalah LauakSambam, makanan khas yang telah dikenal secara turun-temurun dan menjadi salah satu kuliner legendaris di Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman.
Lauak Sambam merupakan salah satu kuliner yang cukup terkenal di kawasan Ujung Labung. Cita rasanyayang khas serta proses pengolahannya yang masihmempertahankan cara tradisional menjadikan makananini memiliki daya tarik tersendiri. Keberadaan LauakSambam tidak hanya menjadi bagian dari kekayaankuliner lokal, tetapi juga mencerminkan kearifanmasyarakat dalam mengolah hasil perikanan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menurut Bang Feri, proses pembuatan Lauak Sambamdiawali dengan pemilihan ikan sesuai keinginankonsumen. Salah satu jenis ikan yang banyak diminatiadalah ikan selar kuning. Dalam prosesnya Ikan terlebihdahulu dibersihkan secara menyeluruh, kemudian diberiperasan jeruk nipis untuk mengurangi bau amis. Setelah itu, ikan dilumuri dengan garam halus secara merata.
Tahap berikutnya menjadi salah satu ciri khas dalamproses pengolahan Lauak Sambam. Ikan dibakar terlebihdahulu tanpa menggunakan bumbu. Proses pembakaranawal tersebut bertujuan untuk mengeringkan darah yang masih terdapat pada ikan sekaligus membantumenghasilkan tekstur dan aroma yang khas. Setelah ikancukup kering, barulah bumbu diberikan dan proses pembakaran dilanjutkan hingga matang.
Cara pengolahan yang sederhana, tetapi memilikitahapan khusus tersebut menjadi salah satu alasan LauakSambam tetap memiliki cita rasa yang khas. Proses memasaknya yang masih dilakukan secara tradisionaljuga menjadi bagian dari warisan kuliner yang perludijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebihluas.
Keberadaan Lauak Sambam di Ujung Labungmenunjukkan bahwa potensi kuliner lokal dapat menjadibagian penting dalam memperkuat identitas suatudaerah. Kuliner tradisional tidak hanya berfungsi sebagaimakanan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai dayatarik wisata, penggerak ekonomi masyarakat, serta sarana untuk memperkenalkan karakter dan kekayaanbudaya Nagari Malai V Suku.
Dalam upaya mendukung potensi tersebut, KKN UNITAS Kelompok 03 Ujung Labung turut memberikanperhatian terhadap pengembangan dan pengenalanpotensi kuliner lokal. Melalui kegiatan KKN, mahasiswaberupaya mendukung masyarakat dalam mengenalkanberbagai potensi yang dimiliki Ujung Labung, termasukkuliner tradisional seperti Lauak Sambam.
Dukungan terhadap kuliner lokal diharapkan dapatmeningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnyamenjaga makanan khas daerah sekaligus membukapeluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan pengelolaan dan promosiyang baik, Lauak Sambam berpotensi menjadi salah satuikon kuliner Ujung Labung yang dapat dikenal tidakhanya oleh masyarakat setempat, tetapi juga oleh masyarakat dari luar daerah.
Lauak Sambam pada akhirnya bukan sekadar hidangantradisional. Di dalamnya terdapat cerita, tradisi, keterampilan, dan identitas masyarakat Nagari Malai V Suku. Menjaga keberadaan kuliner legendaris ini berartiturut menjaga warisan budaya sekaligus membukapeluang bagi pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata lokal di Ujung Labung.
