Padang Pariaman, 15 Agustus 2026 — Identitas kawasan Ujung Labung terus diperkuat melalui kehadiran Tugu Kapal dan Peta Wilayah yang resmi diresmikan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tamansiswa Padang (UNITAS) Kelompok 03 Ujung Labung. Selain menjadi kenang-kenangan selama menjalankan KKN, karya tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas dan citra Ujung Labung melalui potensi maritim, UMKM, wisata, serta tata kelola kawasan.
Peresmian dilakukan oleh Wali Nagari Malai V Suku, Azirman, bersama Wali Korong Ujung Labung, Efrizon, serta didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNITAS, Dr. Hafrizal Okta Ade Putra, S.E., M.M. Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat.
Simbol Identitas Kawasan
Prosesi peresmian diawali dengan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya Tugu Kapal dan Peta Wilayah Ujung Labung. Setelah itu, dilakukan penandatanganan peta wilayah oleh Wali Nagari Malai V Suku, Wali Korong Ujung Labung, serta Ketua KKN UNITAS Kelompok 03 Ujung Labung.
Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkenalkan sekaligus menjaga identitas dan potensi wilayah Ujung Labung.
Kehadiran tugu kapal dan peta wilayah tidak hanya dimaksudkan sebagai penanda kawasan. Keduanya juga diharapkan menjadi bagian dari upaya branding Ujung Labung.
Tugu kapal merepresentasikan karakter serta identitas maritim masyarakat setempat. Sementara itu, peta wilayah memberikan gambaran mengenai kawasan sekaligus berbagai potensi yang dimilikinya.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan potensi UMKM, destinasi wisata, sektor maritim, dan tata kelola kawasan kepada masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
Dibangun Melalui Gotong Royong
Pembangunan Tugu Kapal dan Peta Wilayah Ujung Labung dilakukan melalui proses gotong royong dan kolaborasi antara mahasiswa KKN UNITAS Kelompok 03 dengan masyarakat setempat.
Dalam pengerjaannya, mahasiswa juga berkolaborasi dengan salah seorang pemuda Ujung Labung, Yusrizal, yang turut membantu proses pengerjaan hingga penyelesaian tugu.
Kolaborasi tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam menghasilkan sebuah karya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Diharapkan Menjadi Identitas Ujung Labung
Bagi mahasiswa KKN UNITAS Kelompok 03, pembangunan Tugu Kapal dan Peta Wilayah merupakan bentuk nyata kontribusi selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
Karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kenang-kenangan setelah masa KKN berakhir, tetapi juga tetap memiliki nilai manfaat dan simbolis bagi kawasan Ujung Labung.
Dengan telah diresmikannya Tugu Kapal dan Peta Wilayah Ujung Labung, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga, merawat, serta mengembangkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari identitas kawasan.
Lebih jauh, keberadaan tugu dan peta wilayah ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat branding Ujung Labung sebagai kawasan yang memiliki potensi maritim, UMKM, wisata, serta tata kelola wilayah yang baik dan berkelanjutan.
