Cuaca Sumatera

Diperbarui 12.24 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
26°
🌤 Berawan sebagian
Padang
27°
☀️ Cerah
Pekanbaru
32°
☀️ Cerah
Palembang
29°
☀️ Cerah
Banda Aceh
28°
⛅ Berawan
Batam
28°
☀️ Cerah
Bandar Lampung
26°
🌤 Cerah berawan
infoandalasSumbarBerita
Sumbar

HARIMAU SUMATERA MASUK PERANGKAP DEKAT SEKOLAH DI PALUPUAH, AGAM – SUMBAR

Harimau Sumatera yang berkeliaran di sekitar permukiman dan area sekolah di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, akhirnya berhasil dievakuasi BKSDA Sumatera Barat.

Sebelumnya, pada 10 Agustus 2026, dua kambing milik warga menjadi korban terkaman. Lokasi kejadian hanya sekitar 50 meter dari SDN 10 Palimbatan dan 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh.

BKSDA kemudian memasang box trap pada Selasa (11/8) pukul 18.00 WIB. Tak sampai dua jam kemudian, sekitar pukul 19.45 WIB, harimau dilaporkan telah masuk perangkap.

Harimau selanjutnya dievakuasi dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh dan dititipkan di Lembaga Konservasi untuk pemeriksaan serta penanganan oleh tim medis dan dokter hewan.

Warga diimbau tetap waspada, terutama pada malam hari, dan tidak mendekati, mengejar, atau menangkap harimau apabila kembali terlihat. Segera laporkan kepada BKSDA atau aparat setempat.

Harimau Sumatera kembali muncul di sekitar permukiman dan area sekolah di Nagari Pasia Laweh, Palupuh, Agam. Pada 10 Agustus 2026, dua kambing warga menjadi korban terkaman, satu ditemukan mati di kandang dan satu lainnya dibawa harimau ke semak-semak.

Karena kejadian berulang dan lokasi berada dekat sekolah serta permukiman, BKSDA Sumatera Barat memasang box trap pada 11 Agustus 2026. Sekitar pukul 19.45 WIB, harimau berhasil masuk perangkap dan kemudian dievakuasi dengan pengamanan Polsek Palupuh.

Harimau tersebut selanjutnya dititipkan di Lembaga Konservasi untuk pemeriksaan dan penanganan medis. BKSDA mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, serta tidak mendekati, mengejar, atau menangkap harimau jika kembali terlihat dan segera melaporkannya kepada petugas.

SIARAN PERS NOMOR: SP.397/HKLN/08/2026

Agam, 12 Agustus 2026 – Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat merespons cepat laporan interaksi negatif antara masyarakat dengan satwa dilindungi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Pada hari Senin (10/8/2026) pukul 16.30 WIB Balai KSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat bahwa 2 ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman Harimau Sumatera. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi. Berdasarkan hasil verifikasi benar ditemukan 1 ekor kambing ditemukan mati di dalam kandang dengan luka gigitan di bagian leher, sementara 1 ekor lainnya telah dibawa HS ke semak-semak dan hanya tersisa 2 kaki bagian depan.

Lokasi Kejadian berjarak ±50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, ±100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan ±150 meter dari Masjid Syukra. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berada di kawasan pemukiman dan area sekolah. Sebelumnya tercatat interaksi negatif terakhir terjadi pada tanggal 31 Juli 2026 dengan korban anjing dan kambing milik masyarakat.

Melihat frekuensi kejadian yang berulang dan masih berkeliarannya Harimau Sumatera di sekitar pemukiman serta area sekolah, Balai KSDA Sumbar memasang Perangkap Jerat (Box Trap) pada Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB. Sekitar pukul 19.45 WIB, tim yang masih berada di sekitar lokasi mendapat laporan dari penjaga SDN 10 Palimbatan bahwa Harimau Sumatera telah masuk ke dalam perangkap.

Tim Balai KSDA Sumatera Barat kemudian melakukan evakuasi dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh untuk memastikan proses berlangsung aman dan terkendali. Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa.

Setelah berhasil dievakuasi, Harimau Sumatera tersebut dititipkan pada Lembaga Konservasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis dan dokter hewan. Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas seorang diri, khususnya pada malam hari di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan satwa.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati, mengejar, atau mencoba menangkap satwa liar apabila kembali terlihat. Segera laporkan kemunculannya kepada Balai KSDA atau aparat setempat. Sumber: BKSDA Sumatera Barat

Berita Selanjutnya Terduga LGBT Termasuk Pria Berpakaian Wanita Diamankan Satpol PP-WH Banda Aceh, Jalani Pembinaan di Rumah Singgah Lamjabat

Berita Terkait