KAIRO – Kabar duka datang dari Mesir. Julio Tri Nanda, mahasiswa program Magister Universitas Al-Azhar asal Sumatera Barat yang tergabung dalam Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) Mesir angkatan kedatangan 2020, meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat stroke otak (brain stroke).
Sebelum wafat, rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam KMM Mesir dan Paga Nagari KMM membuka penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan Julio. Saat itu, biaya penanganan medis diperkirakan mencapai sekitar 100.000 Pound Mesir (EGP) atau sekitar Rp36 juta.Namun, takdir berkata lain.
Julio mengembuskan napas terakhir di Kairo, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan mahasiswa Indonesia di Mesir.Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, bersama jajaran KBRI Kairo menghadiri salat jenazah almarhum yang dilaksanakan di Masjid Al-Azhar seusai salat Zuhur pada Kamis (24/7).
Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI), mahasiswa Indonesia, serta masyarakat Mesir turut memadati masjid untuk menyalatkan dan mendoakan almarhum.Dubes RI hadir didampingi Deputy Chief of Mission (DCM) Zaim A. Nasution, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Mutaali, serta Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya M. Arif Ramadhan.
Kehadiran mereka menjadi wujud kepedulian negara terhadap WNI yang meninggal dunia di luar negeri, khususnya para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.
Setelah kepergian Julio, KMM Mesir kembali membuka penggalangan dana untuk membantu proses pemulangan jenazah dari Kairo ke kampung halamannya di Sumatera Barat. Biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar 112.000 EGP atau sekitar Rp40 juta, mencakup proses administrasi dan pemulangan jenazah ke Indonesia.
Ajakan tersebut mendapat respons luas dari masyarakat. Donasi mengalir dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari diaspora Indonesia di luar negeri sebagai bentuk solidaritas kepada almarhum dan keluarganya.Di tengah duka, keluarga Julio Tri Nanda menyampaikan pesan haru melalui media sosial.
Mewakili keluarga besar, terutama ibunda almarhum, mereka memohon maaf apabila semasa hidup Julio pernah memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.Keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa, sahabat, kerabat, masyarakat, dan para donatur yang telah memberikan doa, dukungan, serta bantuan sejak masa pengobatan hingga proses pemulangan jenazah.”Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak, Ibu, serta saudara-saudari semuanya dengan balasan yang berlipat ganda. Aamiin Allahumma Aamiin,” tulis pihak keluarga.
Kisah Julio Tri Nanda menjadi potret kuatnya rasa persaudaraan di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir. Di tengah musibah, solidaritas hadir dari berbagai pihak mulai dari rekan mahasiswa, organisasi kedaerahan, masyarakat, hingga pemerintah melalui KBRI Kairo yang bersama-sama mendampingi almarhum hingga akhir perjalanannya dan membantu mewujudkan kepulangannya ke Ranah Minang.

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.