PADANG — Universitas Andalas (Unand) menyambut mahasiswa baru melalui pertunjukan papermob bertajuk “Arunika Prakarsa Raharja”. Pertunjukan tersebut membawa pesan tentang semangat perubahan, kepedulian, persatuan, inovasi, hingga kontribusi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Narasi papermob diawali dengan gambaran tentang lahirnya perubahan dari sebuah kondisi yang sebelumnya dianggap kosong. Semangat tersebut digambarkan sebagai upaya mengubah persoalan menjadi harapan dan menghadirkan kepedulian untuk membuka ruang kehidupan yang lebih baik.
Di bawah kibaran Merah Putih, mahasiswa diajak menggenggam erat tekad kebangsaan sekaligus memperkenalkan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah sebagai bagian dari kehidupan kampus.
Dengan mengusung identitas Unand, “Arunika Prakarsa Raharja” menjadi simbol langkah baru mahasiswa di kampus hijau tersebut. Narasi pertunjukan menggambarkan mahasiswa sebagai calon cendekia yang memiliki peran dalam menentukan arah peradaban dan meneruskan semangat perjuangan para pahlawan.
Pesan persatuan juga menjadi bagian penting dalam pertunjukan. Keberagaman mahasiswa digambarkan melalui pesan “ragam warna, satu tekad; ragam jiwa, satu karya.” Perbedaan latar belakang tidak dipandang sebagai penghalang, melainkan kekuatan untuk bergerak bersama menuju tujuan yang sama.
Papermob tersebut juga menyinggung semangat mahasiswa yang berada jauh dari kampung halaman. Meski terpisah samudra, mahasiswa disebut tetap tertaut dalam perjuangan dan doa untuk melangkah bersama menuju masa depan.
Selain persatuan, kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu pesan yang diangkat. Narasi menyebut pentingnya tiga energi dalam satu harmoni untuk menghidupkan masa depan, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan harus berakar pada kepedulian terhadap alam.
Mahasiswa juga didorong untuk terus belajar tanpa batas ruang dan menyongsong era yang gemilang. Perjalanan pendidikan dipandang sebagai proses pencarian yang pada akhirnya mengantarkan mahasiswa menuju pencapaian dan kontribusi yang lebih luas.
Dalam konteks pembangunan nasional, papermob Unand 2026 membawa pesan tentang pentingnya inovasi dan perubahan, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, penguasaan teknologi, serta pemantapan ketahanan nasional.
Seluruh pesan tersebut kemudian diarahkan pada satu visi besar, yakni mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pertunjukan ditutup dengan semangat kebangsaan melalui ucapan “Dirgahayu Republik Indonesia!”, sebelum kembali membawa mahasiswa pada identitas budaya Minangkabau.
Nuansa Ranah Minang semakin terasa melalui lantunan syair yang menggambarkan rumah gadang dan gelombang kehidupan, sekaligus menjadi penutup penyambutan mahasiswa baru.
“Selamat datang di Ranah Minang!” menjadi kalimat penutup yang menandai dimulainya perjalanan mahasiswa baru Unand di lingkungan kampus dan tanah Minangkabau.
Melalui papermob ini, Unand tidak hanya menampilkan kreativitas mahasiswa dalam membentuk pertunjukan massal, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pendidikan, persatuan, kepedulian lingkungan, inovasi, kebangsaan, dan peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.